Minggu, 16 Januari 2022

two sides of MEMORIES

Setiap orang pasti memiliki kenangan. Ada kenangan baik ada kenangan buruk. Terkadang kita hanya ingin mengingat kenangan baik saja dan melupakan kenangan buruk namun rupanya hal tersebut sulit dilakukan. Aku sebagai orang yang memiliki daya ingat yang rendah, cukup terbantu dengan itu karena aku bisa melupakan beberapa part yang buruk dari hidupku. Tapi tentu saja aju aku juga melupakan beberapa part baik.

Namun ketika kejadian itu benar-benar membekas, aku tidak akan pernah bisa melupakannya. Entah betapa keras aku mencoba untuk melupakannya, tidak akan pernah bisa. Dan ketika ingatan itu kembali lagi, rasa sakitnya masih sama. Aku masih bisa merasakan sakit yang dulu pernah aku rasakan. Mungkin itu yang dinamakan kepahitan. Rasa sakit terbesar adalah rasa sakit yang disebabkan bukan oleh orang yang jauh tapi oleh orang yang dekat. Untuk itu, aku takut jika aku harus membuka diri kepada orang lain. Aku takut orang lain masuk ke dalam hidupku. Aku takut jika aku harus merasakan rasa sakit itu. Bahkan ketika dulu aku memiliki pasangan aku tidak benar-benar membiarkan dia masuk ke dalam hidupku. Aku membatasi diri. Sebisa mungkin orang tidak mengenalku. Biar aku yang mengenalnya. Tembok itu akan terus ada entah sampai kapan. Namun demikian pula dengan kejadian baik. Aku masih bisa merasakan kebahagiaan atas setiap kejadian baik yang masih terekam otakku. Dan ya, masih kebahagiaan yang sama dengan kebahagiaan yang dulu pernah aku rasakan. Hidup itu memang adil ya. Ketika kita bisa merasakan sakit kita juga bisa merasakan bahagia. Aku sebisa mungkin untuk mengulang memori baik itu. Namun ada kalanya yang muncul bukanlah memori baik namun malah sebaliknya.

Aku pernah bertanya pada diriku sendiri apa yang membuatku bertahan. Jawaban yang kutemukan adalah Tuhan. Mungkin bagi sebagian orang jawaban itu terlalu klise. Namun memang begitu kenyataannya. Tuhan yang membuatku bertahan sampai sekarang. Mungkin jika aku tidak mengenal Tuhan aku tidak akan ada hingga sekarang. Dan aku bersyukur aku dikelilingi oleh orang-orang baik. Dikelilingi oleh orang-orang yang meskipun tidak tahu akan ceritaku namun bisa menjadi tempat untuk bersandar ketika aku lelah. And for that, I want to say thank you. Terima kasih Tuhan, terima kasih diriku, dan terima kasih kamu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar