Hal paling sulit yang harus
dilakukan saat mau menulis adalah menentukan kalimat pertama apa yang akan
ditulis. Like what I feel right now, I know what the topic that I want to share
but I just don’t know how to start it. Oke hari ini aku akan membahas soal passion.
Hal ini bermula dari podcast yang aku dengar. Hari ini, setengah hariku
kuhabiskan dengan mendengar podcast orang-orang. Mulai dari hal yang
lucu sampai ke hal yang berat yang membuatku berpikir “bener juga ya”.
Berbicara soal passion, menurut kalian apa sih passion itu?
Silahkan jawab dalam hati kalian masing-masing. Bagiku passion adalah
sesuatu hal yang kita senangi dan kita merasa bisa/mahir melakukan itu. Nah itu
yang mau aku bahas. Kita perdalam satu persatu ya.
Pertama, seperti kataku di atas,
bagiku passion adalah hal yang kita senangi. Apa sih maksud dari kalimat
itu? Hal yang kita senangi adalah hal yang ketika kita lakukan, meskipun dengan
usaha yang keras dan melelahkan kita tidak terganggu dengan itu dan kita merasa
fine aja. Kita tidak merasa terbeban dengan itu. Contohnya adalah aku
suka menulis. Aku suka berbagi perspektif dengan orang, aku suka menceritakan
apa yang aku rasakan dan apa yang aku alami. Ketika aku melakukannya aku tidak
terbebani sama sekali. Aku tidak merasa waktuku direnggut ketika aku harus
menulis dan menceritakan apa yang kualami. I’m just fine with that. Tapi apakah
passion-ku adalah menulis? I can’t say that. Kenapa? Jawabannya ada di
kalimat berikutnya.
Passion juga merupakan hal
yang kita merasa bisa/mahir dengan hal itu. Ya merasa bisa/mahir. Tentu saja
kita bisa melakukan segala sesuatu tidak secara instan. Seperti kata orang, mie
instan saja tetap perlu dimasak dan butuh proses agar bisa dinikmatinya kan?
Ya, untuk bisa/mahir melakukan sesuatu kita butuh proses. Memang terkadang kita
mendapatkan suatu privilege atau mungkin talenta yang Tuhan kasih ke
kita. Namun jika talenta itu tidak kita kembangkan, tentu saja itu tidak akan
berkembang dengan sendirinya. Pointnya adalah kita perlu berproses. Nah, itu
yang membuatku bisa bilang menulis belum menjadi passion-ku. Karena apa?
Karena aku merasa aku belum bisa/mahir menulis dengan baik. Aku tidak
melatihnya, aku tidak disiplin dan tidak mencoba untuk belajar bagaimana cara
untuk menulis yang baik. Aku suka namun aku tidak mengusahakannya.
Banyak orang, saat ini terutama,
merasa dia passionate di suatu bidang hanya karena dia suka sama hal itu.
Tapi sebenarnya dia tidak benar-benar belajar tentang hal tersebut. Dia hanya
merasa “oh kayaknya aku suka ini deh, coba deh” tapi tidak mencoba untuk
mendalami dan berusaha mencari tahu lebih banyak tentang itu. Jadi seakan-akan
dia hanya mencoba dan kalau berhasil dia akan bilang “bener kan ini passion-ku”,
tapi ketika tidak berhasil dia akan bilang “kayaknya bukan deh, ini bukan passion-ku”.
Dan menurutku, lagi-lagi menurutku ya karena aku tahu kita semua memiliki
perspektif yang berbeda-beda dan aku tidak akan memaksakan perspektifku, itu
bukanlah sebuah passion. Kamu bisa bilang “ini loh passion-ku”
ketika kamu memang tahu kamu suka hal itu dan memang kamu bisa melakukannya
dengan baik. Ketika kamu belum bisa melakukannya dengan baik, bagiku it’s
not your passion. Passion bukanlah hal yang dicoba-coba, berhasil
atau enggak ya with the lack of knowledge. No. Bukan itu. Passion adalah
hal yang memang kamu pelajarin dengan sungguh-sungguh because you feel it and
because you love it.
Lalu akan muncul pertanyaan,
“Tapi untuk tahu kita bisa atau enggak kan kita harus mencobanya?” Benar. Kita
harus mencoba tapi bukan mencoba dengan pengetahuan yang terbatas. Balik
seperti yang aku bilang semua butuh proses. Kalau kita mau mencoba sesuatu tapi
kita malas untuk mempelajarinya terlebih dahulu ya sama saja. Bagiku itu hanya
mencari keberuntungan. Berhasil atau enggak. Kalo berhasil berarti hoki kalo
enggak berarti enggak hoki. As simple as that. Tapi bukan itu yang seharusnya
terjadi. Ketika kamu merasa passionate akan suatu hal, ya kamu harus mau
belajar. Disiplin dalam belajar, mau mencari tahu, mau berusaha untuk lebih
memahaminya supaya dari yang awalnya kamu enggak bisa kamu jadi bisa dan kamu
jadi mahir dan kamu suka dengan itu. Get the difference right? Mungkin aku akan
kasih sebuah contoh supaya lebih paham apa yang kumaksud.
Saat ini, entah kenapa banyak
banget orang yang main saham. Disini aku pakai kata ‘main’ karena mereka memang
sebagai trader not an investor. Nah belakangan ini banyak orang-orang yang main
saham dan aku enggak tahu kenapa sekarang saham jadi booming banget.
Analisaku karena pandemi dan orang susah bekerja, makanya orang beralih ke
saham. Dan juga orang-orang mungkin melihat kayaknya kalo di saham bisa cuan
banyak. Akhirnya mereka mencoba tanpa belajar dan mendalaminya. Pertama kali
coba wah profit, lanjut lagi, profit lagi, lanjut lagi dan sampai orang itu
merasa ‘wah kayaknya passion-ku di saham deh, udah deh aku jadi fulltime
trader aja’. Padahal sebenernya orang itu profit karena memang pasarnya
lagi bagus saja. Tapi disclaimer dulu, ini bukan berarti aku bilang
semua orang yang baru main saham akhir-akhir ini seperti ini ya. Aku di awal
sudah menekankan yang kumaksud adalah mereka yang lack of knowledge. Jadi kalau
memang kalian bener-bener mendalaminya ya sudah kalian bukan termasuk orang
yang kubicarakan disini. Lanjut lagi, orang ini merasa passion dia di
saham karena dia untung terus, padahal dia enggak pernah benar-benar memahami
soal itu. Karena dia merasa passion dia disitu, akhirnya dia jadi fulltime
trader, dan ketika pasar enggak bagus apa yang terjadi? Dia kehilangan
segalanya. Dia kehilangan karena dia memang tidak memiliki pengetahuan yang
cukup di bidang itu. Dia merasa passion hanya karena dia suka dengan hal
itu tanpa benar-benar memahami apakah dia beneran bisa atau enggak. Nah jadi
itu passion yang kumaksud. Kamu bisa bilang itu passion ketika
kamu suka dan kamu bisa melakukannya dengan baik. By the way, contoh di atas
bukan aku lagi menceritakan seseorang ya, itu purely aku memberikan
contoh.
Sebenarnya hal yang sama juga
terjadi pada diriku. Aku pernah berada di posisi dimana aku pikir kayaknya ini passion-ku
deh tapi aku enggak pernah mengusahakannya atau berjuang untuk belajar lebih
keras tentang itu. Jadi bagiku terlalu naif kalau aku bilang it’s my passion.
Makanya ketika aku menulis ini aku merasa tertampar kanan dan kiri karena
kayaknya I’m that person too lol. So, that’s my opinion about passion.
Jarang-jarang menulis panjang lagi tapi tiba-tiba ide datang begitu saja,
sayang jika dilewatkan. Masih banyak hal yang ingin aku sharing-kan tapi
mungkin aku akan sharing di post berikutnya karena ini sudah terlalu
panjang haha. Aku harap dengan sharing ini kita bisa sama-sama belajar
untuk lebih menemukan apa yang kita suka dan serius dalam mengusahakannya
supaya kita bisa bilang dengan bangga “Ya, this is my passion”.