Sabtu, 20 Agustus 2022

LOVE language

Love language atau bahasa cinta. Dua kata itu belakangan ini lagi marak diperbincangkan. Tapi sebenernya apasih love language itu. Mungkin kita lihat dari struktur katanya terlebih dahulu. Bahasa cinta terdiri dari dua kata yaitu bahasa dan cinta. Bahasa merupakan sebuah alat yang digunakan untuk berkomunikasi. Kita bisa memahami apa yang dimaksud orang lain kalau kita mengerti bahasa yang digunakan orang tersebut begitupun sebaliknya orang dapat memahami apa yang kita ucapkan kalau orang tersebut tahu bahasa yang kita gunakan. Dengan begitu terjalinlah sebuah komunikasi. Jika kita tidak saling mengerti bahasa yang digunakan komunikasi akan menjadi sulit. Cinta, seperti yang kita tau cinta merupakan sebuah kasih sayang dan pengorbanan. Nah kalau disatukan, bahasa cinta dapat diartikan sebagai cara atau alat yang digunakan untuk menyalurkan cinta atau kasih sayang kepada orang lain. 

Menurut Gary Chapman terdapat 5 cara untuk menyatakan dan merasakan cinta yaitu word of affirmation, quality time, giving gifts, act of service, dan physical touch. Kita akan bahasa secara singkat tentang kelima bahasa cinta tersebut. 

1. Word of affirmation. Orang dengan bahasa cinta ini akan senang dan merasa disayang jika orang lain dapat memberikan dia afirmasi dalam bentuk kata-kata. Contoh pemberian kata-kata semangat, memuji dengan kata-kata. Begitupun dengan dirinya sendiri, orang dengan bahasa cinta word of affirmation cenderung memberikan atau membagikan kasih sayangnya lewat kata-kata. 

2. Quality time. Orang dengan bahasa cinta quality time akan merasa sangat senang jika dia dapat menghabiskan waktu bersama orang yang dia sayang. Mungkin bahasa cinta yang ini sering kita temui. 

3. Giving gifts. Bahasa cinta yang ini bisa berarti memberi dan diberi. Orang yang memiliki bahasa cinta ini pada urutan pertama akan sangat senang jika dia diberi sesuatu dan juga sebaliknya. Dia juga senang memberi sesuatu kepada orang lain. Baginya memberi sesuatu kepada orang lain adalah tanda sayangnya kepada orang tersebut. 

4. Act of service. Bahasa cinta ini bagiku sendiri agak sulit untuk ditafsirkan. Tapi menurutku orang yang dengan bahasa cinta act of service akan merasa disayang dan senang jika ada orang yang membantunya melakukan suatu hal atau dia akan senang jika ada orang yang mau melakukan usaha lebih untuknya. Begitupun sebaliknya, orang dengan bahasa cinta act of service juga akan melakukan usaha yang extra untuk orang lain untuk menunjukkan kasih sayangnya. 

5. Physical touch. Ya jangan berpikiran kotor. Physical touch disini bukan berarti itu. Orang dengan bahasa cinta physical touch akan merasa senang ketika dia bisa dekat dengan orang yang dia sayang. Dia merasa disayang jika orang yang dia sayang memeluk dia saat dia sedang membutuhkannya. 

Nah setiap orang memiliki bahasa cinta yang berbeda-beda, umumnya sih mempunyai semua bahasa cinta di atas namun porsinya yang berbeda-beda. Untuk itu kita perlu memahami bahasa cinta yang dimiliki oleh setiap orang sehingga kita dapat memberikan kasih sayang sepenuhnya kepada orang tersebut dan orang tersebut dapat merasakannya juga. Sama seperti bahasa, kalau kita tidak memahami bahasa lawan bicara kita, kita akan kesulitan untuk berkomunikasi. Percuma juga ya kalau kita udah kasih usaha extra untuk nunjukkin kasih sayang ke orang tapi orang tersebut gak merasa disayang karena ternyata gak nyampe apa yang dikasih. Jadi lebih baik kita memahami dulu apa bahasa cinta orang tersebut sehingga kasih sayang yang kita berikan juga dapat tepat sasaran. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cara kita menyampaikan kasih sayang tapi jika kasih sayang diberikan dengan cara yang tepat dampaknya pun akan lebih besar :) keep spreading love <3

Jumat, 11 Februari 2022

the art of LETTING GO

Selamat datang bulan Februari. Bulan kasih sayang kalau kata orang. Kayaknya gak afdol kalau gak cerita tentang kasih sayang di bulan Februari ini. Kali ini aku mau membahas tentang letting go. Loh kok malah sedih bukannya bahagia? Letting go gak selalu sedih kok, melepaskan bisa jadi membuat kita lebih bahagia. 

Aku mau membahas ini dengan satu kalimat "The tighter we hold, the more it hurts". Kalimat ini bisa diilustrasikan dengan ketika kita memegang sesuatu terlalu erat, bukan hanya tangan kita saja yang sakit tapi apa yang kita genggam juga akan rusak. Ketika kita memiliki sesuatu kita cenderung menggenggam itu terlalu erat. Bahkan di lagu Balonku, kita diajarkan untuk menggenggam erat-erat balon yang tersisa supaya tidak lepas. Namun pernah gak sih kita sadar, semakin lama kita menggenggam akan semakin sakit? 

Ketika kita mulai membuka diri kepada orang lain, ketika kita mulai menaruh hati kepada orang lain, dan terutama ketika kita merasa orang tersebut adalah milik kita, kita mulai menaruh ekspektasi kepada orang tersebut. Kita mulai berharap sesuatu terjadi seperti apa yang kita inginkan. Kita mulai menggenggam ekspektasi kepadanya. Namun bagaimana kalau ternyata apa yang terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi kita? Apa yang terjadi jika ternyata yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan? Sakit. Kecewa. Padahal siapa yang membuat rasa sakit dan kecewa itu? Apakah orang yang kita "pasang" ekspektasi tersebut? Apakah orang tersebut salah jika ternyata dia tidak melakukan sesuatu seperti apa yang kita harapkan? Tidak. Yang membuat rasa sakit dan kecewa itu adalah genggaman akan ekspektasi itu sendiri. Maka cobalah untuk melepaskan ekspektasi itu. Ketika kita mencoba untuk melepaskan perlahan ekspektasi itu, rasa sakit dan kecewa pun akan perlahan berkurang. 

Belajar melepaskan bukan merupakan hal yang mudah. Apalagi melepaskan sesuatu yang sudah menjadi milik kita. Melepaskan bukan berarti menyerah pada keadaan. Melepaskan berarti memberi kebebasan baik bagi diri kita maupun bagi orang lain. Kebebasan untuk berpikir, kebebasan untuk merasakan. Dengan belajar melepaskan, hidup akan menjadi jauh lebih damai dan tenang. And that's the art of letting go for me. Happy Month of Love 😊 

Minggu, 16 Januari 2022

two sides of MEMORIES

Setiap orang pasti memiliki kenangan. Ada kenangan baik ada kenangan buruk. Terkadang kita hanya ingin mengingat kenangan baik saja dan melupakan kenangan buruk namun rupanya hal tersebut sulit dilakukan. Aku sebagai orang yang memiliki daya ingat yang rendah, cukup terbantu dengan itu karena aku bisa melupakan beberapa part yang buruk dari hidupku. Tapi tentu saja aju aku juga melupakan beberapa part baik.

Namun ketika kejadian itu benar-benar membekas, aku tidak akan pernah bisa melupakannya. Entah betapa keras aku mencoba untuk melupakannya, tidak akan pernah bisa. Dan ketika ingatan itu kembali lagi, rasa sakitnya masih sama. Aku masih bisa merasakan sakit yang dulu pernah aku rasakan. Mungkin itu yang dinamakan kepahitan. Rasa sakit terbesar adalah rasa sakit yang disebabkan bukan oleh orang yang jauh tapi oleh orang yang dekat. Untuk itu, aku takut jika aku harus membuka diri kepada orang lain. Aku takut orang lain masuk ke dalam hidupku. Aku takut jika aku harus merasakan rasa sakit itu. Bahkan ketika dulu aku memiliki pasangan aku tidak benar-benar membiarkan dia masuk ke dalam hidupku. Aku membatasi diri. Sebisa mungkin orang tidak mengenalku. Biar aku yang mengenalnya. Tembok itu akan terus ada entah sampai kapan. Namun demikian pula dengan kejadian baik. Aku masih bisa merasakan kebahagiaan atas setiap kejadian baik yang masih terekam otakku. Dan ya, masih kebahagiaan yang sama dengan kebahagiaan yang dulu pernah aku rasakan. Hidup itu memang adil ya. Ketika kita bisa merasakan sakit kita juga bisa merasakan bahagia. Aku sebisa mungkin untuk mengulang memori baik itu. Namun ada kalanya yang muncul bukanlah memori baik namun malah sebaliknya.

Aku pernah bertanya pada diriku sendiri apa yang membuatku bertahan. Jawaban yang kutemukan adalah Tuhan. Mungkin bagi sebagian orang jawaban itu terlalu klise. Namun memang begitu kenyataannya. Tuhan yang membuatku bertahan sampai sekarang. Mungkin jika aku tidak mengenal Tuhan aku tidak akan ada hingga sekarang. Dan aku bersyukur aku dikelilingi oleh orang-orang baik. Dikelilingi oleh orang-orang yang meskipun tidak tahu akan ceritaku namun bisa menjadi tempat untuk bersandar ketika aku lelah. And for that, I want to say thank you. Terima kasih Tuhan, terima kasih diriku, dan terima kasih kamu :)