Hadirmu dalam hidup ini adalah sebuah anugerah terindah yang terjadi dalam hidupku.
Aku tak menyangka kalian pernah menjadi bagian dari hidup ini.
Aku tak percaya aku kenal dengan kalian semua.
Kalian hadir bukan tanpa makna.
Tapi kalian merubah hidupku.
Aku sungguh bersyukur Tuhan mempertemukanku dengan kalian.
Tapi waktu berkata lain.
Aku harus pergi dan kalian pun harus pergi.
Tak kuasa hati ini menahan kesedihan yang begitu mendalam.
Kesedihan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.
Kesedihan yang menunjukkan betapa sayangnya diriku pada kalian.
Aku tahu aku bukanlah siapa-siapa bagi kalian.
Tapi bagiku kalianlah kebahagiaan.
Tak peduli seberapa kalian tidak suka padaku.
Tak peduli seberapa kalian menjauh dariku.
Aku tetap melihat cinta di dalam hatimu.
Meski ku tahu cinta itu bukanlah untukku.
Tapi aku akan tetap menyanyangi kalian.
Karena kalian, sangat sulit bagiku untuk mengucapkan selamat tinggal.
Aku takut jika aku tidak dapat bertemu kalian lagi.
Aku takut jika aku tidak dapat melihat canda tawa kalian lagi.
Tapi tidak ada yang dapat menghentikan perpisahan ini.
Satu hal yang aku pinta, tetaplah setia.
Betapa bahagianya diriku ketika kelak aku bisa melihat dan memanggil kalian semua dengan sebutan 'Bapa' .
Dan betapa sedihnya diriku ketika kelak aku melihatmu tidak dengan jubahmu itu lagi.
Sungguh kukatakan ini dari dalam hatiku.
Terimakasih karena hadirmu dalam hidupku ini.
Terimakasih karena telah memberikan warna lain dalam hidup ini.
Terimakasih karena telah mengajariku untuk mencintai.
Terimakasih atas setiap canda tawa kalian.
Terimakasih atas kerjasama kalian.
Terimakasih atas cinta kalian.
Maaf karena sering membuat kalian kesal.
Maaf atas setiap tingkah laku ku.
Maaf karena belum bisa memberikan yang terbaik.
Dan maaf atas setiap kesalahan yang pernah ku buat.
Doaku selalu menyertai kalian semua.
Love,
Elizabeth Tertia Putri Soegiarto
Sebuah blog sederhana yang dijadakan tempat untuk mencurahkan isi hati seorang siswi yang kini sudah beranjak dewasa dan sedang mengejar mimpinya. Be a Dreamer and wake up!
Rabu, 19 Agustus 2015
Jumat, 29 Mei 2015
PUTIH dalam HITAM
Hidup di dalam dunia yang penuh sandiwara. Ya itulah yang kurasakan.
Pikiranku tertuju pada masa-masa yang lalu dan aku sadar bahwa aku sudah jatuh terlalu dalam.
Bagaimana menjadi putih ketika dunia ini hitam? Pertanyaan yang klasik.
Ketika mereka mulai bermain sandiwara aku hanya bisa diam dan mengikut. Tidak bisa berkata tidak bisa mengelak.
Aku terjebak dalam dinding-dinding ketakutan. Aku terperangkap oleh ketakutanku sendiri.
Ketika aku berbicara orang menentangku. Mereka menertawakanku. Mereka menolakku.
Aku tidak bisa menjadi diriku sendiri. Aku hanya bisa berbicara di dalam hati tanpa seorangpun yang mendengar,
Berlagak seolah aku menerima segalanya. Seolah aku ikut masuk kedalamnya. Dan memang ternyata aku sudah masuk ke dalam sandiwara itu.
Sekarang aku ingin kembali pada masa-masa itu.
Aku ingin mengubah cerita lama yang pernah aku buat dulu.
Tapi semuanya itu hanyalah harapan kosong. Ya, penyesalan memang selalu terjadi di belakang. Itulah hidup.
Yang bisa aku lakukan sekarang adalah berjalan menembus dinding ketakutan itu.
Mengambil setiap risiko dari dari cerita yang lalu.
Keluar dari tempurung yang selama ini mengurungku.
Berjalan melewati garis merah yang pernah kubuat.
Menyambung cerita lama dengan kisah yang baru.
Dan sekarang aku pun tau, diam tidak selalu berarti emas.
Pikiranku tertuju pada masa-masa yang lalu dan aku sadar bahwa aku sudah jatuh terlalu dalam.
Bagaimana menjadi putih ketika dunia ini hitam? Pertanyaan yang klasik.
Ketika mereka mulai bermain sandiwara aku hanya bisa diam dan mengikut. Tidak bisa berkata tidak bisa mengelak.
Aku terjebak dalam dinding-dinding ketakutan. Aku terperangkap oleh ketakutanku sendiri.
Ketika aku berbicara orang menentangku. Mereka menertawakanku. Mereka menolakku.
Aku tidak bisa menjadi diriku sendiri. Aku hanya bisa berbicara di dalam hati tanpa seorangpun yang mendengar,
Berlagak seolah aku menerima segalanya. Seolah aku ikut masuk kedalamnya. Dan memang ternyata aku sudah masuk ke dalam sandiwara itu.
Sekarang aku ingin kembali pada masa-masa itu.
Aku ingin mengubah cerita lama yang pernah aku buat dulu.
Tapi semuanya itu hanyalah harapan kosong. Ya, penyesalan memang selalu terjadi di belakang. Itulah hidup.
Yang bisa aku lakukan sekarang adalah berjalan menembus dinding ketakutan itu.
Mengambil setiap risiko dari dari cerita yang lalu.
Keluar dari tempurung yang selama ini mengurungku.
Berjalan melewati garis merah yang pernah kubuat.
Menyambung cerita lama dengan kisah yang baru.
Dan sekarang aku pun tau, diam tidak selalu berarti emas.
Kamis, 07 Mei 2015
Lukisan Hati
Mata.
Mata adalah kamera terindah yang diciptakan oleh Sang Pemberi Kehidupan.
Kamera yang merekam setiap detik, setiap jam, setiap hari, dan setiap saat dalam hidup.
Kamera yang menyajikan sebuah kebenaran.
Kamera yang tak kan pernah berbohong.
Kamera yang tidak bisa digantikan dengan apapaun.
Mata menjadikan manusia domba.
Mata pula yang menjadikan manusia serigala.
Mata menumbuhkan cinta.
Mata pula yang menumbuhkan benci.
Mata membawa keindahan.
Mata pula yang membawa kepedihan.
Mata menumpahkan kebahagian.
Mata pula yang menumpakan air mata.
Dan ketika mata tertutup.
Tidak akan ada lagi serigala.
Tidak akan ada lagi benci.
Tidak akan ada lagi kepedihan.
Tidak akan ada lagi air mata.
Mata adalah kamera terindah yang diciptakan oleh Sang Pemberi Kehidupan.
Kamera yang merekam setiap detik, setiap jam, setiap hari, dan setiap saat dalam hidup.
Kamera yang menyajikan sebuah kebenaran.
Kamera yang tak kan pernah berbohong.
Kamera yang tidak bisa digantikan dengan apapaun.
Mata menjadikan manusia domba.
Mata pula yang menjadikan manusia serigala.
Mata menumbuhkan cinta.
Mata pula yang menumbuhkan benci.
Mata membawa keindahan.
Mata pula yang membawa kepedihan.
Mata menumpahkan kebahagian.
Mata pula yang menumpakan air mata.
Dan ketika mata tertutup.
Tidak akan ada lagi serigala.
Tidak akan ada lagi benci.
Tidak akan ada lagi kepedihan.
Tidak akan ada lagi air mata.
Yang ada hanyalah damai.
Malang, 7 Mei 2015
Langganan:
Postingan (Atom)