Sabtu, 06 Juni 2020

What's WRONG?

Hello June,
Gak kerasa 2020 udah berjalan 6 bulan dan gak kerasa juga ternyata udah 2.5 bulan menjalani masa quarantine ini. 2020 memang berbeda, 2020 memang punya cerita sendiri. Well, hoping everything will be better soon. 

Jadi kali ini aku akan menceritakan tentang keresahanku. No, it's not about covid 19 or racism or something that happend to our world in the last day. Nope, I wouldn't talking about it. Hal yang bakal kubahas adalah tentang personality ku yang mungkin beberapa hari ini aku jadi bertanya-tanya. So, let's start it.

Personally, aku adalah seorang yang introvert. Dari dulu sampai sekarang gak pernah berubah. Kalau tes kepribadian, aku pasti diantara Melankolis dan Plegmatis. Dua nilai itu gak beda jauh, sedangkan untuk Koleris dan Sanguinis nya pasti jauh di bawah. Beberapa kali tes hasilnya selalu sama. Pernah coba juga test MBTI dan hasilnya INFJ. Jadi memang bisa dikatakan aku adalah introvert garis keras. I'm okay with that, I'm enjoy for being an introvert until I realized, I have a problem. Aku merasa ke-introvert-an ku ini kadang menyiksa diriku sendiri. I have a lot of ideas, but it's so hard for me to show it. I always and always think about how people will be reacted to what I'm going to say. And at the end I don't say anything because I'm not ready yet for all the comment that would be given to me. Overthinking kills me already. Jujur capek. Capek kadang harus selalu merasa insecure atas diri sendiri. Insecure dan overthinking itu adalah hal yang berbahaya buat diri sendiri karena kalo kita gak bisa ngendaliin mereka, mereka yang akan mengendalikan kehidupan kita.

So, how I overcome that? Ini jujur aku juga baru nyadar akhir-akhir ini. Quarantine helps me to know myself better. The thing that I do is talking to myself. Iya berbicara dengan diri sendiri. Aku gak tau ini terdengar aneh apa engga, tapi aku adalah orang yang sering banget bicara sama diri sendiri. Tapi aku selalu bicaranya dalam hati. Aku baru sadar akhir-akhir ini kalo aku sering banget bicara sama diri sendiri dan kalau lagi ada masalah ataupun insecure ataupun overthinking, I would call myself to listen and talk to me. Insecure dan overthinking itu sebenernya kan dateng dari diri sendiri juga, nah aku tuh kayak memanggil diriku sendiri dengan versi yang berbeda untuk menenangkan aku dan bilang "it's okay". Jadi kalian paham kan ya maksudnya. Jadi kayak di dalam diriku ada perang gitu, ada yang baik ada yang jahat. Tapi mereka berdua sama-sama diriku. Aku gak tau apakah itu normal atau tidak, tapi itu bekerja buat aku. Mungkin kalo aku gak berbicara dengan diriku sendiri sekarang aku lagi depresi berat kali ya menampung semua ke-insecure-an dan overthinking ku itu. So it's okay to talk to yourself and say "everything will be okay".

Selain itu, hal yang kulakukan adalah berdoa. Ya, percayalah doa bener-bener bisa menenangkanmu dan bisa membuat kamu kuat kembali saat kamu lagi dihadepin sama masalah. Whatever your religion is, God never leaves you alone. Tuhan bakal selalu ada menemani kamu dan itu yang membuatmu bertahan. Jika kamu gak punya teman untuk cerita, ceritalah ke Tuhan, Tuhan selalu mendengarkan setiap ceritamu dan Dia gak pernah bosan untuk terus mendengarkan apapun itu. Jadi kamu juga jangan pernah bosan untuk bercerita kepadaNya. Aku bener-bener merasakan sendiri how great is our God. Kadang malah sampe gak nyangka Tuhan baik banget.

Jadi kesimpulannya, selalu ada cara dalam mengatasi setiap masalah. Apapun caranya itu, selama itu gak merugikan orang lain dan bisa membantumu, itu sesuatu yang baik. 

Know yourself first before you know others. There's no one that know yourseff better than you, yourself. Always be you and be the best version of you :)



Note: sebenernya dalam menulis ini pun aku merasa insecure tapi kupikir ya udahlah gapapa hehr