Sabtu, 11 Februari 2023

wedding vs MARRIAGE

Selamat datang kembali di bulan kasih sayang. Rasanya selalu seru jika menulis di bulan ini. Seperti ada saja yang ingin diungkapkan. Kali ini aku ingin membahas tentang marriage. Tenang, aku belum mau menikah kok, cuma di umurku yang sekarang ini dimana aku melihat banyak temen-temenku yang udah mau atau bahkan udah menikah, aku jadi tertarik untuk membahas hal ini. Sekaligus remind buat temen-temenku yang belum menikah supaya gak FOMO karena liat temen-temennya dilamar dan udah nikah.  

Dalam Bahasa Inggris, terdapat 2 kata yang memiliki arti pernikahan namun memiliki makna yang berbeda. Ya, wedding dan marriage. Keduanya sama-sama memiliki arti pernikahan, namun ternyata maknanya berbeda loh dan aku juga baru sadar akhir-akhir ini setelah membaca tulisan seseorang. Kata wedding lebih mengarah pada acara pernikahan sedangkan marriage lebih mengarah pada kehidupan pernikahannya itu sendiri. 

Pada tulisan yang aku baca dikatakan bahwa pada saat orang memutuskan untuk menikah terkadang orang terlalu sibuk mempersiapkan wedding mereka supaya berjalan dengan lancar namun mereka lupa mempersiapkan marriage yang akan mereka lalui setelah itu. Persiapan wedding memang melelahkan, banyak hal yang diurus dan tentu saja kita ingin membuat acara pernikahan kita sebagus dan seindah mungkin karena itu hanya terjadi sekali seumur hidup. Bahkan kita bisa mempersiapkan wedding itu sendiri selama 1 bahkan hingga 2 tahun sebelumnya.  Tidak ada yang salah dengan itu dan itu hal yang sah dan wajar-wajar saja. Tapi yang menjadi concern adalah apakah kita juga mempersiapkan marriage kita sebaik kita mempersiapkan wedding kita? Acara pernikahan yang hanya berlangsung selama 1 hari, kita mempersiapkannya selama 1-2 tahun, bagaimana dengan kehidupan pernikahan yang seumur hidup? Berapa lama kita mempersiapkan diri kita dan pasangan kita untuk kehidupan pernikahan itu sendiri? 

Mungkin kita jadi bertanya-tanya lalu bagaimana caranya untuk mempersiapkan marriage itu sendiri? Aku pun juga masih mencari tahu, tapi menurutku salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengenal pasangan kita. Mengenal pribadi yang ada di dalam pasangan kita. Terbuka dan komunikasikan ke pasangan kita apa yang menjadi ekspektasi kita dan ekspektasinya dan segala sesuatu yang mungkin bisa menimbulkan konflik. Kenali cara pikirnya. Dengan mengenal kita bisa tahu bagaimana harus bersikap dan bagaimana harus menghadapinya. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kalau ternyata pasangan kita berubah setelah menikah? Menurutku tidak ada orang yang berubah secepat itu. Dia bukan berubah namun dia hanya menjadi dirinya sendiri. Bisa saja pada sebelum menikah dia tidak menjadi dirinya sendiri. Untuk itu kita perlu benar-benar mengenal pasangan kita sebelum akhirnya kita memutuskan untuk menikah. Bukan berarti kita selalu mencari seseorang yang sempurna karena kita tidak akan menemukannya, namun bagaimana kita bisa menerima dan seberapa bisa mentolerir ketidaksempurnaan itu. Lalu apakah setelah kita merasa cukup mengenalnya kita berhenti dan memutuskan untuk menikah?

Kehidupan pernikahan adalah perjalanan mengenal seumur hidup. Mengenal tidak cukup hanya setahun atau dua tahun, atau bahkan 10 tahun. Jika kita menikah, kita belajar mengenalinya setiap hari. Dan oleh karena itu, pernikahan juga adalah perjalanan menerima dan memaafkan seumur hidup. Semakin kita mengenalnya setiap hari, semakin kita perlu belajar untuk menerimanya. Menerima setiap hal baik dan hal yang kurang kita suka, ya karena tidak ada jalan mundur. Tapi tenang pernikahan tidak semenyeramkan itu. Ketika kita bertemu dengan orang yang tepat, kita akan menjalani kehidupan pernikahan itu dengan bahagia dan bahkan lebih bahagia jika dibandingkan waktu kita masih sendiri. So, prepare your marriage as well as your wedding and I hope we all have a happy marriageđź’•