Seperti biasa, bulan Februari adalah bulan kasih sayang. Sebenarnya kasih sayang bukan hanya di bulan Februari aja sih, tapi bulan Februari identik dengan itu. 14 Februari merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh beberapa orang, namun ada juga orang yang sangat menghindari tanggal itu karena suatu dan lain hal. Hari ini tepat 1 hari sebelum tanggal 14 Februari. Namun bagiku sendiri, tanggal itu tidak terlalu berarti spesial bagiku. Bagiku tanggal 14 Februari sama dengan tanggal-tanggal lainnya. But today I want to talk about the art of giving karena 14 Februari merupakan hari dimana banyak orang memberi dan diberi. So let's talk about it.
Sebenernya bagi kalian, apa sih arti memberi itu? Apakah memberi hanya sekedar membelikan orang lain barang dan memberikannya? Atau sebenernya ada arti yang lebih dari memberi itu sendiri?
I will talk with my own perspective. Tidak ada yang salah tidak ada yang benar karena setiap orang pasti punya pandangannya masing-masing berdasarkan pengalamannya.
Bagiku memberi lebih dari sekedar membelikan lalu memberikan. Jauh di dalam hati orang yang memberi ada suatu hal yang ingin ia dapatkan. Ya, ketika aku memberikan sesuatu kepada orang lain, ada harapan. Bukan berarti aku mengharapkan imbalan. Bukan, bukan itu maksudnya. Maksudku ketika aku memberikan sesuatu kepada orang lain, meskipun tanpa maksud apapun, tanpa ada event apapun, kadang aku hanya ingin memberinya karena aku hanya ingin melihat mereka bahagia. Kenapa gitu? Karena ketika aku diberi sesuatu oleh orang lain aku merasa bahagia, jadi aku ingin orang lain merasakannya juga. Akan sangat senang bagiku ketika aku melihat orang yang kuberi bahagia ketika menerimanya. Entah kenapa saat itu juga aku merasa diriku bahagia. I'm happy for making people happy.
Memberi bukan melulu harus barang atau sesuatu yang mahal. Giving is not about the price, is about sincerity. Memberikan waktumu untuk ada bagi orang yang sedang membutuhkanmu, memberikan tenagamu untuk orang yang sedang kesulitan juga merupakan bagian dari memberi. Selagi kamu ikhlas dan tulus, memberi adalah hal yang paling membahagiakan.
Lalu bagaimana bisa membedakan memberi yang tulus atau tidak? Menurutku, pemberian yang tulus itu ketika kamu tidak pernah memikirikan apakah aku akan rugi dengan memberikan ini? Apakah aku akan mendapatkan hal yang sama dengan apa yang kuberi? Ketika kamu memberi dengan tulus ada perasaan bahagia ketika kamu bisa memberikannya, bahagia yang benar-benar bahagia. Trust me, ketika kamu merasakan hal itu kamu telah memberinya dengan tulus. Perasaan itu adalah perasaan yang paling membahagiakan.
Aku sendiri baru mengerti arti memberi yang sesungguhnya ketika aku sudah kerja. Telat memang, but that means I'm growing up. It's okay karena setiap orang punya waktunya masing-masing bukan? Pada waktu aku kuliah aku mulai sering memberi. Memberi dan diberi lebih tepatnya. Pada saat mau ujian semester, pada saat memasuki semester baru, pada saat menyelesaikan suatu tugas, pada saat perkenalan dengan adik kelas, pada saat perpisahan. Banyak moment dimana memberi adalah sesuatu yang menjadi tradisi. Namun saat itu aku hanya merasa itu hanyalah tradisi belaka. Tidak ada perasaan apapun saat aku memberi. Aku memberi karena ya memang sepertinya aku harus memberi. But then, hal itu berubah ketika aku bekerja. Aku tidak tau juga apa yang membuatku berubah. Tapi saat ini ketika aku memberi, ada perasaan lain. Aku merasa bahagia even for the little things. Seeing people happy because of me is the best feeling ever.
Jadi itulah arti memberi bagiku. And I'm happy now to know what's the meaning of the art of giving. So, what's yours?
Happy Valentine, peeps! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar